Lenterahati 4 Januari 2025, TIM Penjamin Mutu Lenterahati Islamic Boarding School Bapak Dr. Ari Dahfid, S.Pd., MH & Bapak Samsul Fahrozi, S.Pd., M.Pd. Menyelenggarakan kegiatan rutin setiap bulannya berupa pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan SDM Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Tema yang diangkat dalam kesempatan ini “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mempersiapkan Pembelajaran Semester Genap TA 2024/2025” dengan materi utama Deep Learning.
Berikut dokumentasi kegiatan:

“Deep learning itu pendekatan belajar, bukan kurikulum, agak susah ya menjelaskannya”. Pernyataan Pak Menteri Abdul Mu’ti pada kesempatan yang lalu.

Berikut penjelasan sederhana dari Deep Learning:

Di sebuah ruangan kelas yang cukup representatif, terlihat anak-anak SD berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka tampak antusias melakukan eksperimen sederhana bersama guru mereka. Di atas meja masing-masing kelompok terdapat 2 buah botol yang berisikan masing minyak dan air. Anak-anak menuangkan sedikit minyak ke botol yang berisi air lalu memperhatikan reaksi yang muncul dari eksperimen itu. Di sisi lain terdapat seorang Guru yang berpenampilan rapi dan sopan yang sedang menemani dan membimbing anak-anak dengan penuh semangat dan sabar. Di papan tulis, terdapat gambar alur sederhana yang menjelaskan proses eksperimen yang sedang dilakukan.

Di dinding kelas, terdapat poster-poster berwarna-warni bertuliskan kata-kata motivasi, seperti “Jangan pernah menyerah melakukan hal baik” dan “Belajar itu menyenangkan.” Cahaya matahari yang masuk dari jendela memberikan suasana hangat dan nyaman, membuat suasana pembelajaran menjadi lebih hidup. Di pojok ruangan, ada rak buku penuh dengan buku cerita, ensiklopedia anak, dan alat peraga. Anak-anak terlihat sangat bersemangat, tertawa, dan saling berbagi ide satu sama lain. Suasana kelas dipenuhi rasa ingin tahu dan kegembiraan saat anak-anak bereksperimen dan belajar dengan cara yang menyenangkan.

1. Pembelajaran Joyful (Menyenangkan)

Teori yang relevan:

Flow Theory oleh Mihaly Csikszentmihalyi, yang menyatakan bahwa ketika siswa menikmati aktivitas belajar, mereka cenderung lebih terfokus dan berprestasi lebih baik.

Deskripsi: Guru secara sadar membimbing siswa, memberikan ruang untuk eksplorasi, dan memastikan setiap anak merasa terlibat dalam aktivitas. Poster motivasi di dinding kelas juga menunjukkan bahwa guru berusaha menciptakan lingkungan yang mendorong siswa untuk tidak takut mencoba hal baru.

2. Mindfulness in Education oleh Ellen Langer, yang menyarankan bahwa siswa yang dilatih untuk lebih sadar dan fokus dalam pembelajaran akan lebih terbuka terhadap pengalaman baru dan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik.

Deskripsi: Eksperimen yang dilakukan di kelas dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep ilmiah, tetapi juga mengalami proses pembelajaran secara langsung. Dengan bereksperimen sendiri, siswa memperoleh pemahaman yang lebih dalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

3. Meaningful Learning Theory oleh David Ausubel, yang menekankan pentingnya mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman dan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa agar informasi yang dipelajari lebih mudah dipahami dan diingat.

===========

Seyogyanya kedepan kita sebagai pendamping dari guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah harus mampu memahami dan memaknai konsep deep learning dengan holistik dan komprehensif, sehingga miskonsepsi dan misunderstanding tidak dimulai dari kita🙏

Sources: Dari beragam referensi

 

avatar Tidak diketahui

By

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari LENTERAHATI ISLAMIC BOARDING SCHOOL

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca