RRI.CO.ID, Mataram – Kasus pelecehan seksual di sejumlah pesantren menjadi perhatian serius berbagai pihak. Pimpinan Pesantren Lenterahati Islamic Boarding School, Dr. Muazzar Habibi, menilai persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari faktor sistem dan relasi kuasa.

Menurut Muazzar, salah satu penyebab utama terjadinya pelanggaran adalah lemahnya pengawasan internal. Ketika figur tertentu ditempatkan pada posisi yang terlalu dominan, potensi penyalahgunaan kewenangan menjadi lebih besar.

Ia menjelaskan bahwa budaya menempatkan pemimpin sebagai figur yang tidak boleh dikritik dapat menciptakan ruang abu-abu. Situasi tersebut berisiko memunculkan relasi yang tidak seimbang antara pengasuh dan santri.

“Kalau ada figur yang dianggap tidak mungkin salah, itu berbahaya. Sistem harus mengontrol, bukan hanya kepercayaan personal,” katanya, Kamis 12 Februari 2026.

Muazzar juga menyoroti faktor psikologis korban yang terkadang memilih diam dalam waktu lama. Rasa takut dan tekananbisa menjadi penghambat untuk melapor.

Ia menilai keterlambatan pengungkapan kasus sering kali dipengaruhi dinamika tersebut. Dalam beberapa situasi, korban baru berani berbicara setelah keluar dari lingkungan pesantren. “Relasi kuasa bisa membuat korban tidak berdaya. Karena itu perlu mekanisme pengawasan yang jelas dan ruang pelaporan yang aman,” ujarnya.

Selain itu, ia mengakui bahwa kurangnya edukasi tentang batasan fisik dan etika pergaulan juga dapat menjadi faktor risiko. Tanpa pemahaman yang memadai, santri bisa kesulitan mengenali bentuk pelanggaran.

Muazzar menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari sistem dan pendidikan. Pesantren, menurutnya, wajib memiliki standar operasional prosedur yang tegas dalam setiap interaksi. “Kalau sistem kuat dan ada pengawasan berlapis, potensi penyimpangan bisa ditekan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa setiap bentuk pelecehan merupakan pelanggaran serius terhadap nilai agama dan hukum. Tidak ada pembenaran atas tindakan tersebut dalam kondisi apa pun. Muazzar berharap evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pesantren dapat menjadi solusi jangka panjang. Baginya, memperkuat sistem adalah langkah paling rasional untuk mencegah kasus serupa terulang.

Sumber: https://rri.co.id/mataram/iptek/2177726/pimpinan-lenterahati-tekankan-reformasi-tata-kelola-pesantren-berkelanjutan?nocache=true

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari LENTERAHATI ISLAMIC BOARDING SCHOOL

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca