
RadarBumigora.Com.Lombok Barat — Gema suka cita menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah mulai terasa di lingkungan Pondok Pesantren Lenterahati Islamic Boarding School (LHIBS). Untuk memastikan Ramadhan menjadi momentum pembentukan karakter dan penguatan spiritual santri, jajaran pimpinan pesantren menggelar rapat koordinasi strategis beberapa hari lalu.
Rapat tersebut difokuskan pada pematangan konsep dan teknis pelaksanaan Ramadhan agar tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan berfungsi sebagai fase transformasi ruhaniah bagi seluruh civitas akademika, khususnya para santri.
Pimpinan Pondok Pesantren Lenterahati, Abah Muazar Habibi, menegaskan bahwa Ramadhan tahun ini dirancang sebagai ajang gemblengan mental dan spiritual yang intensif.
“Ramadhan kali ini harus kita jadikan sebagai Kawah Candradimuka bagi para santri. Ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi fase pembentukan mental dan spiritual. Kita ingin setelah Ramadhan, spiritualitas santri sekuat baja, karakternya matang, serta kecintaannya terhadap Al-Qur’an dan sunnah semakin mendarah daging,” tegas Abah Muazar.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan akan dikemas sebagai madrasah ruhaniah yang menuntut santri keluar dari zona nyaman, sehingga nilai-nilai ketakwaan benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Menindaklanjuti arahan pimpinan pesantren, Deputi Bidang Pendidikan dan Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri LHIBS, H. Sukma Ali Usman, Lc., menyampaikan bahwa persiapan teknis Ramadhan telah dimatangkan melalui rapat pimpinan.
“Alhamdulillah, kami sepakat menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita (Tarhib Ramadhan). Berbagai persiapan telah dilakukan agar Ramadhan di LHIBS berlangsung khusyuk, bermakna, dan memberi manfaat luas,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).
sumber : https://www.radarbumigora.com/2026/01/ramadhan-sebagai-kawah-candradimuka.html
