
RRI.CO.ID, Mataram – Pesantren Lenterahati Islamic Boarding School menempatkan edukasi preventif sebagai bagian penting dalam sistem pembinaan santri. Hal tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan Lenterahati, Dr. Muazzar Habibi.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan bukan hanya transfer ilmu agama, tetapi juga pembentukan kesadaran diri. Santri dibekali pemahaman tentang batasan etika dan perlindungan diri sejak awal.
Menurut Muazzar, pendekatan preventif lebih efektif dibanding penindakan setelah terjadi pelanggaran. Oleh karena itu, pesantren menghadirkan tenaga profesional untuk memberikan edukasi tambahan.
“Kami memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan batasan fisik secara terbuka agar santri mengerti haknya,” katanya, Selasa 10 Februari 2026.
Ia menyebut keterbukaan informasi penting agar santri tidak berada dalam posisi rentan. Pengetahuan yang cukup akan membentuk keberanian untuk bersuara jika terjadi penyimpangan.
Muazzar menilai pesantren harus menjadi tempat yang mendidik sekaligus melindungi. Budaya saling menjaga antarwarga pesantren menjadi bagian dari nilai yang ditanamkan.
“Pencegahan dimulai dari kesadaran bersama. Itu yang kami bangun di sini,” ujarnya.
Selain edukasi, ia memastikan tersedia mekanisme pelaporan internal yang mudah diakses. Setiap laporan, katanya, akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Ia berharap budaya preventif tersebut memperkuat karakter santri dan menjaga nama baik pesantren. Bagi Muazzar, marwah pesantren hanya dapat dipertahankan melalui integritas dan sistem yang konsisten.
“Menjaga marwah pesantren berarti menjaga amanah orang tua dan masa depan anak-anak,” katanya, mengakhiri.
