RRI.CO.ID, Mataram – Dr. Muazzar Habibi menilai tata kelola pesantren harus diperkuat di tengah dinamika sosial yang semakin terbuka. Ia menyebut sistem manajemen modern perlu diintegrasikan dalam lembaga pendidikan berbasis keagamaan

Sebagai pimpinan Pesantren Lenterahati Islamic Boarding School, ia menekankan bahwa figur sentral tidak boleh ditempatkan sebagai otoritas absolut. Semua kebijakan harus berbasis aturan tertulis dan pengawasan kolektif.

Menurutnya, pesantren masa kini dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman. Transparansi dan akuntabilitas menjadi indikator profesionalisme lembaga pendidikan. a menjelaskan bahwa manajemen Lenterahati menerapkan pembagian tugas yang jelas antar struktur. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan standar operasional dijalankan secara konsisten.

Muazzar menyebut penguatan tata kelola juga berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. Lingkungan yang tertib dan terkontrol menciptakan suasana belajar yang kondusif. “Kedisiplinan sistem akan melahirkan budaya yang sehat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa reformasi tata kelola bukan berarti meninggalkan tradisi pesantren. Justru, menurutnya, nilai-nilai tradisional dapat semakin kuat jika didukung manajemen modern.
Muazzar berharap penguatan sistem ini menjadi bagian dari upaya kolektif menjaga kepercayaan publik. Pesantren, katanya, harus tampil sebagai institusi yang adaptif sekaligus berintegritas.

“Kepercayaan masyarakat lahir dari konsistensi kita menjaga aturan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari LENTERAHATI ISLAMIC BOARDING SCHOOL

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca